Latest, 4 Home Tour Articles
Living with Teenager & Cats 🐈Halo salam dari Rumah Kemiri, kami adalah keluarga kecil yang terdiri dari Ayah, Ibu, 2 anak yang sudah remaja, plus 2 anak bulu kami yang diadopsi saat masa awal pandemi. Rumah kami dibangun tahun lalu di sebuah kompleks perumahan di daerah pinggiran kota.
Memang lokasi rumah jadi jauh dari pusat kegiatan kami sekeluarga, apalagi sebelumnya kami tinggal di sebuah apartemen di tengah kota. Kami memilih tinggal di rumah karena di apartemen dirasa tidak nyaman lagi. Selain itu, anak-anak yang semakin besar memerlukan ruang privasi.
Rumah kami adalah rumah 2 lantai. Di lantai bawah terdapat living room, dining room, dan kitchen yang berupa open concept. Ada 1 kamar tidur tamu, kamar mandi kecil yang fungsional, dan kamar hobi untuk suami.
Sedangkan, di lantai atas terdiri dari 2 kamar anak, 1 kamar mandi anak, dan kamar utama dengan kamar mandi di dalam. Untuk pengisian interior kami memakai kembali beberapa furnitur yang sudah kami punya dari apartemen. Ada beberapa yang custom ke vendor, yaitu dapur dan area walking closet di kamar utama, sisanya semua kami desain dan pilih sendiri tanpa bantuan desain interior.
IDN_Editor·Simpan 81·2023.01.19
American Classic Home 🏛️Hi, Saya Charme, ibu rumah tangga dengan seorang anak berusia 10 tahun. Kesibukan saya sehari-hari sama seperti IRT lainnya dengan pekerjaan rutin rumah tangga yang tidak ada habisnya namun tetap tidak lupa me time ya. Untuk me time, saya suka sekali baking, menonton drama Korea, dan belakangan sangat senang mendekor rumah. Melakukan ketiga hal tersebut rasanya segala kejenuhan dan kelelahan saya hilang.
Rumah kami terletak di sebuah kluster di daerah Jakarta Barat, baru setahun kami tinggal di sini. Kami senang dengan lingkungan kluster yang tenang, bersih, serta jalanan kompleks yang tergolong cukup besar. Faktor ini salah satu yang membuat kami memutuskan pindah ke sini. Rumah ini bukan perumahan baru, tetapi kami beli second hand dan full furnished namun sudah agak usang dikarenakan pemakaian oleh penghuni sebelumnya. Fasad rumah 95% masih merupakan bawaan dari developer, tetapi bagian dalam rumah memang sudah banyak dirombak oleh pemilik sebelumnya.
Saat merenovasi kami tidak banyak mengubah bentuk bangunan yang ada, tetapi kami fokus pada interior rumah. Untuk perencanaan interior kami memutuskan tidak menggunakan jasa desainer interior karena kami suka style rumah American Classic dan Classic Vintage yang mana minim penggunaan furniture built in. Salah satu contoh interior yang menurut kami kecil tapi berperan penting adalah pemasangan plint lantai putih dan wainscottings di hampir seluruh dinding rumah.
Wainscottings dan plint lantai putih menurut kami selain mempercantik ruangan juga membuat suasana rumah klasik terasa. Kemudian kami juga membongkar banyak bagian furniture built in yang kurang cocok dengan style kami dan refurbish beberapa furnitur yang masih layak pakai. Namun untuk beberapa ruangan kami tetap memakai furniture built in dengan pertimbangan efisiensi ruangan.Fasadruma.koes·Simpan 61·2022.12.29
Inspirasi Rumah Compact Low MaintenanceHalo sahabat oHouse, saya seorang pegawai pemerintahan di sektor kelautan dan perikanan. Saya juga seorang ibu dari 2 orang anak (13 th dan 9 th). Di sela - sela kesibukan bekerja dan mengurus rumah tangga, saya juga mengajar di sebuah universitas sebagai dosen praktisi. Memiliki suami sebagai seorang arsitek, membuat saya mulai tertarik dunia interior design dan mulai menyenangi aktivitas sebagai content creator di dunia home decor.
Maha House, adalah sebutan untuk rumah yang saat ini kami tempati bersama anak-anak. Rumah bergaya industrial dengan sentuhan tropis dan budaya lokal menjadi pilihan kami. Maha House, yang berlokasi di Bali, didesain oleh suami, yang kebetulan berprofesi sebagai arsitek.
Adanya aturan daerah yang melarang ketinggian bangunan lebih dari 15 meter, landed house menjadi satu-satu opsi untuk kepemilikan rumah di Bali. Dampaknya, harga lahan atau tanah semakin tinggi seiring dengan peningkatan kebutuhan akan hunian.
Sebagai keluarga yang memiliki kesibukan cukup tinggi, kami memilih lokasi rumah di pusat kota untuk memudahkan mobilisasi. Namun karena bujet terbatas dan harga tanah yang lumayan tinggi di pusat kota, kami memutuskan untuk memiliki lahan yang kecil saja (< 1 are) yang selanjutkan akan dioptimalkan pengolahan ruangnya sehingga dapat mengakomodir kebutuhan keluarga namun tetap memperhatikan kenyamanan dan unsur estetikanya.Fasadmaha.house·Simpan 139·2022.12.09
Rumah & taman tengah 3 anggotaHalo semuanya, selamat datang di room tour ‘온휴당(Onhyudang)’, Rumah tempat beristirahat yang hangat. Saya mau perkenalkan gaya hidup keluarga kami dengan anak laki-laki berumur 5 tahun.
Saya dan suami saya adalah pasangan berusia 30-an dengan pekerjaan yang sama :) Kami dulu tinggal di apartemen, saat baru menikah lalu melahirkan anak. Tetapi saat itu kami mendapat stres yang berat karena masalah parkir dan suara bising. Kebisingan dari rumah lantai atas, juga terhadap konflik dengan rumah lantai bawah. Yang terutama sekali, saya merasa sedih ketika mengomel ‘Jangan lari!’ kepada anak saya😔 dengan memikirkan emosi anak saya, kami berfikir harus membangun rumah saat anak kami masih kecil, jadi kami mulai membangun rumah segera.
Kami mencari area yang berfasilitas daripada yang terlalu jauh di pinggiran kota. Jadi kami mulai mencari tanah yang kosong setiap hari ketika ada waktu. Akhirnya di wilayah yang tidak jauh dari tempat kerja, kami menemukan tanah seluas 70 m² yang kosong. Kami mau pindah tepat sebelum anak kami masuk ke taman kanak-kanak, jadi kami mulai pembangunan di Mei tahun lalu dan telah pindah ke sini di akhir Oktober. Nah mari kita lihat-lihat ‘Onhyudang’, rumah keluarga saya yang sesuai dengan selera saya :)
⚡️3 detik preview온휴당·Simpan 2.1K·2022.12.07