Latest, Rumah Home Tour Articles
Inspirasi Rumah Mungil Milik Seorang Arsitek Hai, aku Amalya, seorang arsitek yang berhasil mewujudkan rumah impian pertamanya di usia 27 tahun. Meng-handle semua proses desain dan pembangunan rumah tersebut A to Z, maka aku pun terpikir untuk membagikan cerita tersebut di akun Instagram @amalyahode. Akhirnya hingga saat ini menjadi rutinitas baruku, yaitu sebagai content creator yang fokus pada seputar ide, tips dan trik, serta dekorasi rumah.
Rumah yang aku dan suami tinggali ini berdiri di lahan seluas 60m2. Letaknya sangat strategis, dekat dengan akses tol, pusat perbelanjaan, dan yang paling utama adalah tidak rawan banjir.
Untuk desain, walau aku sebagai arsiteknya, namun suami juga ikut serta dalam proses perancangannya agar hasilnya sesuai dengan kebutuhan kami. Akhirnya kami memutuskan untuk memilih konsep minimalis tropis.amalyahode·Simpan 203·2023.03.29
House with Shades of GreySaya, suami, dan kucing kami, Chester tinggal di rumah mini dengan perabot yang minim. Saya adalah seorang karyawan swasta berusia 36 tahun, suami adalah seorang jurnalis berusia 37 tahun, dan Chester adalah seekor kucing persia putih berusia 1 tahun 5 bulan. Karena pekerjaan kami bisa dikerjakan dari mana saja, kami hampir selalu di rumah.
Kami baru beberapa bulan menempati rumah di kawasan Limo, Depok, Jawa Barat ini. Cita-cita mulianya, kami baru mau pindah setelah semua interior selesai dan perabot lengkap. Namun, karena satu dan lain hal kami harus pindah dalam keadaan rumah kosong, akhirnya kami berusaha mengisi perlahan sesuai kebutuhan.
Ternyata metode ini tepat untuk kami karena tiga alasan. Pertama, rumah kami ini mini, bangunan dua lantai dengan luas 103 meter persegi dan luas tanah 78 meter persegi. Sehingga kami harus mempertimbangkan ukuran perabot dan tata letaknya di dalam rumah supaya tidak terkesan penuh dan sesak. Tentunya tanpa mengorbankan kenyamanan.
Kedua, rumah ini karya seorang arsitek yang kami kagumi sehingga kami ingin interiornya senada dengan fasad dan desain karya beliau. Terakhir, selera dan budget. Selera kami sesuai dengan tema design sang arsitek, monokrom, jadi kami lebih suka warna-warna monokrom yang memberikan kesan relax. Kami juga tidak terlalu suka banyak furnitur atau barang-barang pajangan yang tidak esensial, kebetulan selera kami juga sesuai dengan budget yang terbatas, he he he.
astrisoeparyono·Simpan 22·2023.03.29
Rumah Bertema Earth Tone
Halo, aku Farin seorang ibu rumah tangga berusia 29 tahun. Saya dan suami tinggal di pinggiran Kota Depok hampir 6 tahun, kota yang identik dengan Masjid Kubah Emas-nya. Selain kami berdua, ada duo anabul yang tinggal bersama kami, Milo dan Moli.
Rumah yang kami tempati berada di sebuah perumahan yang dibangun tahun 2008. Pada awalnya hanya berupa bangunan asli developer dengan konsep rumah tumbuh. Lokasinya cukup strategis dan dekat dengan fasilitas umum seperti sekolah dan rumah sakit.
Pada awalnya saya tidak mengenal dunia home decor. Penataan ruangan, desain interior, dan pemilihan furniture hanya berdasarkan kenyamanan tanpa melihat aspek estetika. Sampai di 2021 kemarin, saat sedang mencari salah satu barang untuk dapur, saya mulai tertarik dengan home decor.
Sejak saat itu, saya mulai membeli barang untuk rumah dengan melihat sisi estetikanya. Barang-barang di rumah yang sudah usang atau rusak diganti bertahap. Sebenarnya dalam mengisi rumah saat ini saya tidak berpatokan pada satu tema. Tapi saya sangat suka dengan nuansa earth tone.
Hampir setiap ruangan didominasi warna-warna coklat, krem, broken white dan nuansa kayu. Sedangkan untuk dinding saya memilih warna putih agar terlihat lebih luasgubuk_asa·Simpan 50·2023.03.16