#PotTercotta

πŸ”† Plus Minus Taman Kering πŸ”†

Sebelum kamu memutuskan untuk membuat taman kering, mungkin kamu perlu tau dulu apa aja plus minus dari taman kering ini:

Nilai Plus:
πŸŽ€ Low maintenance.
πŸŽ€ Lebih mudah dibersihkan.
πŸŽ€ Tidak banyak sampah.
πŸŽ€ Lebih rapi.
πŸŽ€ Minim hewan pemakan daun.
πŸŽ€ Minim cipratan jika hujan.

Nilai Minus:
πŸ‚ Budget lebih besar.
πŸ‚ Banyak semut di bawah rumput sintetis.
πŸ‚ Lebih sedikit resapan air.
πŸ‚ Rumput sintetis agak lama kering jika kehujanan.
πŸ‚ Lebih sedikit oksigen yang dihasilkan karena tanaman hidup lebih sedikit.

Lalu, apakah aku menyesal mengubah taman basah menjadi taman kering? Enggak dongs~
Justru ini keputusan terbaik yang aku ambil.
Karena dulu taman basahku makin lama seperti hutan jika tidak sering-sering dirawat, cipratan tanah ketika hujan juga bikin kotor pintu alumunium putih dan juga tembok, belum lagi hama tanaman yang macam-macam jenisnya dan bikin geli.

Hal yang aku lakukan untuk mengatasi nilai minus taman kering ini di antaranya adalah:
✨ Menekan budget di material yang bisa ditekan, contohnya: karena rumput sintetis agak mahal, jadi aku mencari batu koral putih yang lebih murah, dan mengisi ruangnya tidak terlalu penuh, lumayan hemat beberapa kantong batu.
✨ Rajin membersihkan rumput sintetis dengan vacum cleaner dan mengusir semut dengan kapur barus.
✨ Membuat lubang saluran air di bawah rumput sintetis, untuk menambah daerah aliran air selain resapan di bawah kursi taman.
✨ Mengipasi rumput sintetis dengan kipas angin dari kamar jika memang butuh cepat mengeringkan rumput 🀣🀣🀣 
✨ Meyiasati dengan tanaman di pot supaya taman kering tetap bersih tapi jumlah tanaman juga cukup banyak untuk menghasilkan oksigen.

#TamanBelakang
#Backyard
#TamanKering
#Kursitaman
#TanamanRambat
#TanamanHias
#PotTercotta
#PotGerabah
#RumputSintetis
#CatEksterior
#CatKayu
#TamanEstetik
#TamanMinimalis
4
πŸ”† Plus Minus Taman Kering πŸ”† Sebelum kamu memutuskan untuk membuat taman kering, mungkin kamu perlu tau dulu apa aja plus minus dari taman kering ini: Nilai Plus: πŸŽ€ Low maintenance. πŸŽ€ Lebih mudah dibersihkan. πŸŽ€ Tidak banyak sampah. πŸŽ€ Lebih rapi. πŸŽ€ Minim hewan pemakan daun. πŸŽ€ Minim cipratan jika hujan. Nilai Minus: πŸ‚ Budget lebih besar. πŸ‚ Banyak semut di bawah rumput sintetis. πŸ‚ Lebih sedikit resapan air. πŸ‚ Rumput sintetis agak lama kering jika kehujanan. πŸ‚ Lebih sedikit oksigen yang dihasilkan karena tanaman hidup lebih sedikit. Lalu, apakah aku menyesal mengubah taman basah menjadi taman kering? Enggak dongs~ Justru ini keputusan terbaik yang aku ambil. Karena dulu taman basahku makin lama seperti hutan jika tidak sering-sering dirawat, cipratan tanah ketika hujan juga bikin kotor pintu alumunium putih dan juga tembok, belum lagi hama tanaman yang macam-macam jenisnya dan bikin geli. Hal yang aku lakukan untuk mengatasi nilai minus taman kering ini di antaranya adalah: ✨ Menekan budget di material yang bisa ditekan, contohnya: karena rumput sintetis agak mahal, jadi aku mencari batu koral putih yang lebih murah, dan mengisi ruangnya tidak terlalu penuh, lumayan hemat beberapa kantong batu. ✨ Rajin membersihkan rumput sintetis dengan vacum cleaner dan mengusir semut dengan kapur barus. ✨ Membuat lubang saluran air di bawah rumput sintetis, untuk menambah daerah aliran air selain resapan di bawah kursi taman. ✨ Mengipasi rumput sintetis dengan kipas angin dari kamar jika memang butuh cepat mengeringkan rumput 🀣🀣🀣 ✨ Meyiasati dengan tanaman di pot supaya taman kering tetap bersih tapi jumlah tanaman juga cukup banyak untuk menghasilkan oksigen. #TamanBelakang #Backyard #TamanKering #Kursitaman #TanamanRambat #TanamanHias #PotTercotta #PotGerabah #RumputSintetis #CatEksterior #CatKayu #TamanEstetik #TamanMinimalis