1 / 10

#2025올해의집 Rumah berdinding batu yang tenang, penuh dengan romansa khas Jeju, di mana kehidupan sehari-hari terasa seperti sebuah perjalanan Halo :) Saya Song Yu-jeong, seorang "pelancong dan orang rumahan", yang sangat menyukai perjalanan, tetapi juga sangat menghargai waktu yang saya habiskan di rumah. Setelah bepergian ke lebih dari 30 negara dalam dua perjalanan keliling dunia, saya secara pribadi merasakan rasa aman yang mendalam karena memiliki tempat untuk kembali, dan makna berharga dari "rumah". Tahun lalu, saya menikah dengan suami saya, yang juga orang rumahan, dan setelah berhenti bekerja, kami bepergian bersama. Sekarang, kami adalah pasangan berusia 30-an yang sedang mempersiapkan kehidupan baru di Jeju. Sejak Januari tahun ini, kami telah melihat-lihat rumah di seluruh Jeju. Kami telah melihat total 11 properti, mulai dari rumah tua berdinding batu hingga apartemen dan vila. Ketika akhirnya melihat rumah ini, saya dan suami berpikir, "Di sinilah kami akan tinggal." Alasan kami memilih rumah ini semata-mata karena kami ingin tinggal "di Jeju." Kami tentu bersyukur bisa memulai rumah baru kami di apartemen yang baru dibangun di dekat stasiun kereta bawah tanah. Namun, alih-alih ruangan yang rapi dan seragam, kami lebih tertarik pada rumah dengan bentuk dan strukturnya yang unik, masing-masing dengan kisahnya sendiri. Kami menginginkan tempat yang tenang dan bebas kebisingan, dan karena kami selalu senang dengan secercah sinar matahari, rumah dengan pencahayaan yang baik akan ideal. Kami ingin melihat alam melalui jendela—entah itu dinding batu, laut, atau pepohonan—dan kami ingin rumah ini terasa terhubung dengannya. Halaman yang dikelilingi dinding batu, pohon jeruk keprok yang ditanam dengan penuh kasih oleh pemiliknya, pepohonan dan laut yang jauh di balik jendela, teras kecil, dan interior yang nyaman di mana sinar matahari tetap bersinar. Rumah yang tenang namun jelas ini mewujudkan semua keinginan kami. Meskipun hanya tinggal sebentar di Yeonse, kami begitu bersemangat untuk merasakan empat musim sehingga kami memutuskan untuk tinggal di sini. Pada suatu hari di bulan April yang dipenuhi bunga, kami pindah ke Jeju. Pengalaman di halaman kecil ini—hangatnya sinar matahari, sejuknya angin laut, sesekali terdengar suara pesawat terbang, bahkan kicauan burung di balik dinding batu Jeju—semuanya begitu sempurna. Saat kami melangkah ke halaman belakang, memanggang daging, dan menikmati api unggun di bawah bintang-bintang, momen-momen yang kami alami menyadarkan kami, "Inilah kehidupan Jeju yang selalu kami impikan." Bukan hanya luasnya yang membuat rumah ini begitu istimewa. Wanita tua bergaya pemilik rumah ini mengatakan bahwa ia sendiri yang menanam semua pohon jeruk keprok di halaman depan dan belakang. Pada hari panen, ia menawarkan saya buah jeruk keprok yang jatuh tertiup angin kencang, sambil tersenyum berkata, "Kamu boleh ambil semuanya," dan ia dengan murah hati menyediakan peralatan yang saya butuhkan untuk mengurus rumah. Berkat kehangatan hatinya, saya langsung berpikir, "Ini awal yang luar biasa untuk hidup saya di Jeju," dan rumah ini telah menjadi tempat di mana ruang dan orang-orang berkesan. Dan selama delapan bulan tinggal di sini, saya bertemu lebih banyak orang hebat daripada yang saya bayangkan. Meskipun kami datang ke Jeju tanpa koneksi sebelumnya, hubungan terjalin secara alami, mulai dari tetangga hingga orang-orang yang kami temui secara sepintas. Saya merasa bahwa suasana dan lingkungan rumah menciptakan aliran positif bagi kami. Proses menemukan rumah pada akhirnya adalah waktu untuk memahami dengan jelas apa yang kami sukai. Selama kunjungan singkat kami di sini, kami ingin merasakan perubahan musim secara dekat dan menikmati kehidupan Jeju yang terasa seperti menyatu dengan alam. Jika kita melihat pesan Airbnb, "Bepergian adalah hidup," secara terbalik, menjadi "Hidup adalah bepergian." Begitulah cara kami, sebagai pelancong, menjalani kehidupan sehari-hari seolah-olah sedang bepergian. Berdasarkan pengalaman kami di sini, kami berharap suatu hari nanti dapat menciptakan "rumah kami sendiri," yang dipilih sendiri, direnovasi, dan dirawat. Kami berharap bisa menjadi lebih kuat dan tinggal di Jeju untuk waktu yang lama :) 📍 Fitur Utama Rumah Ini! ✔ Ruang tamu dengan jendela besar yang menghadap ke dinding batu ✔ Benda-benda sensasional ditempatkan di seluruh rumah ✔ Kamar tidur dengan jendela sudut sebagai titik fokus #RumahPulauJeju #제주집 #제주살이