1 / 5
Itu berputar-putar pada akhirnya. Saya mulai mengumpulkan potongan-potongan keberuntungan. Haruskah saya mengatakan bahwa orang seperti saya sebenarnya jauh dari kata beruntung? Saya adalah orang yang seperti itu. Sejak saya masih muda hingga saat saya menikah, saya menjalani kehidupan yang sangat buruk sehingga saya sangat tidak beruntung. Keputusasaan lainnya pun berlanjut dalam hidupku, tak tertandingi saat aku lulus kuliah dengan gemilang, padahal sudah bertahun-tahun aku tenggelam dalam lukisanku. Nasib baik pertama bagi saya adalah belajar psikologi. Saat belajar, hal pertama yang saya lakukan adalah meminta maaf pada diri sendiri. Aku merasa sangat menyesal telah menghancurkan diriku sendiri dengan begitu kasar. Dan mulai mengumpulkan. Sepotong keberuntungan... Saya beruntung karena ternyata lebih mudah dari yang saya kira. Lampu lalu lintas yang menyelamatkan saya dari menunggu sinyal beruntung. Nasib baik bus yang berdiri gagah di depan saya di halte itu menimbulkan banyak kebisingan. Saya cukup beruntung bisa membeli bungeoppang berkat uang 1.000 won di saku saya. Hari ini juga, saya selamat dari hari yang sangat diharapkan oleh beberapa orang Semoga beruntung. bersyukur. Mungkin, aku menyadari momen demi momen keberuntungan dalam diriku yang mungkin tidak mampu kuhadapi sepanjang hidupku, dan Biarkan aku akhirnya menjalani hidup untuk diriku sendiri bersyukur. Itu berputar-putar, tetapi pada akhirnya.