
Seperti inilah penampakan gerbang masuk utama dan aula masuk. Satu-satunya pekerjaan yang dilakukan di pintu masuk adalah pengerjaan lembaran dan penggantian engsel. Pintu tengah yang ada ditempatkan sedemikian rupa sehingga terasa seperti membagi aula masuk menjadi dua, sehingga menimbulkan ambigu. Namun karena lokasinya tumpang tindih dengan pintu geser dapur, maka di lokasi eksisting dipasang pintu ayun dengan pola lengkung setengah lingkaran asimetris. Ini dapat dibuka maju dan mundur, dan menutup secara otomatis, yang nyaman dan menyenangkan. Ini juga sangat baik dalam melindungi dari dingin dan kedap suara. Ini adalah salah satu proyek renovasi favorit saya.