1 / 3

Bismillah.. Dari design fasad inilah awal kami memutuskan untuk pindah. Design Fasad yang homie, hijau, simpel dan unik membuat kami langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Kebetulan aku dan pak suami sangat senang dengan konsep rumah yang green, open space, earth tone, dan ada unsur-unsur etnik dari kayu. Apalagi disini banyak space untuk pak suami untuk bisa menyalurkan hobinya bercocok tanam.. Tanaman kamboja putih membuat kesan lebih homie seperti design vila-vila di Bali. Ada juga tanaman Sansevieria atau dikenal dengan Lidah Mertua/Snake Plant ini menambah kesan tropis namun tetap artsy. Tanaman ini dipilih juga karena perawatannya mudah. Bench ini juga favoritku banget. selain karena fungsinya yang kita butuhkan (untuk rak sepatu), bench ini sekaligus menjadi tempat nongkrong kita sore-sore sambil menikmati cuaca, kicauan burung dan sambil ngopi sore pastinya. Selain itu penggunaan pintu berbahan jati dengan tinggi full sampai plafon menjadikan view yang terkesan lebih lega, dan terlihat lebih menyatu dengan tema rumah kami. Warna daun pintu memang sengaja dibuat seperti “unfinished” agar terlihat lebih earthy.. Welcome to our home!