2 / 9

Banyak yang bilang kalau "rumah itu jodoh-jodohan" yes! kita setuju. Tapi jodoh juga punya "kriteria" kan? 😉 Buat kami, dalam memilih rumah ini yang sekarang akhirnya jadi jodoh kami. Kami mempertimbangkan beberapa hal yg menurut kami krusial, yakni : 1. LOKASI -- bagaimana keamaan lingkungannya? apakah rawan banjir? apakah aksesnya mudah dijangkau? apakah dekat dengan rumah sakit dan sekolah? apakah dekat dengan kerabat? dan sebagainya 2. BUDGET -- setelah mempertimbangkan poin 1, kemudian kami menyesuaikan dengan budget yang dimiliki. Apakah membeli tanah dan membangun rumah sendiri. Atau membeli rumah developer siap huni yg menyediakan pilihan KPR bank. Pada saat itu, kondisi kami mengharuskan memilih pilihan yang kedua 3. UKURAN, LAYOUT DAN DESAIN -- setelah disesuaikan dengan poin 1 dan 2, lalu kami menyesuaikan dengan kebutuhan akan hunian untuk keluarga kecil kami. Rumah developer siap huni ini memiliki layout standar tapi menurut kami sudah cukup memenuhi kebutuhan kami saat ini yakni, memiliki garasi untuk 1 mobil, 2 kamar tidur (kamar utama dan kamar anak), 1 kamar mandi, livingroom, dapur dan ada area taman belakang yg kami fungsikan menjadi laundry area. Seiring berjalannya waktu kami menempati rumah ini, tentunya banyak perubahan yg terjadi. Diantaranya, kami merenovasi livingroom supaya spacenya lebih luas, lalu merubah tata letak dan dekorasi pada area livingroom dan dinning area. Definisi rumah bagi kami adalah "tempat bertumbuh bersama". Baik kami, ataupun rumah ini. Pelan-pelan berusaha menjadi "lebih baik" versi kami dari hari ke hari. #MyHomeStory #MyHomeJourney #CeritaRumahku